Terbaru

Tampilkan postingan dengan label motivasi dan inspirasi Islam. Tampilkan semua postingan

Akhirnya si cantik berjilbab


 "Din, mau pake jilbab gak?" Tanyaku memulai

"Mau mau A', tapi kan dinda gak punya bajunya" Jawabnya penuh semangat

"Entar Aa' beliin kl mau, Emang beneran mau? Mau dipake kapan?"

"Nanti A', pas kelas 5"

"Masih lama dong?"

"Enggak dong A', nanti nih kan pas dinda puasa, hari pertama puasanya dinda pake jilbabnya, jadi Aa' beliinnya sebelum puasa"

"Ah aa' gak ngerti, dinda aja yg beli ama ummi, nanti aa' yg ksh duitnya, emang abis brp utk beli semuanya?"

"Entar A' dinda tanya ummi dulu dah" asik asik puasa pake jilbab, dengan semangat datang ke umminya dan nanya semuanya.

"500rb Aa' kata ummi, mana sini duitnya, besok kata ummi setrlah dinda pulang sekolah belinya"

"Niiih..."

Wajahnya bertambah ceria kegirangan.

Alhamdulillah si cantik yang suka maen bola (ya begimane gak tomboy tuh anak, 3 abangnya laki-laki semua) tanpa dipaksa, tanpa diomelin, tapi memiliki kesadaran sendiri untuk berjilbab.

Entaah apa dan kenapa dia sampai tumbuh kesadaran untuk berjilbab.

Mungkin karena dia lihat teman2 abangnya yg jelek ini jilbabnya lebar-lebar bertamu untuk urusan tertentu kerumah, mereka bertamu dengan penuh kesopanan dan persahabatan hingga akhirnya tergerak hatinya untuk mencontohnya.

Seringkali bukan perkataan dan tuntutan yang dapat membuat seseorang berubah. Tapi malah keteladanan dan pemberian yang membuat orang itu berubah.

Mohon doanya untuk adik saya yg cantik ini, semoga bisa istiqomah menggunakan jilbabnya dan menjadi perempuan yang shalihah. Aamiin...

@dhezun
Condet, 15/6/2015
20.00 WIB
06.21 Diposting oleh Unknown 0

PARA KSATRIA





Oleh : @dhezun | Markaz Inspirasi

Dalam suatu kesempatan, berkumpul lima ksatria yang berasal dari negeri berbeda. Para ksatria itu ada yang berasal dari Negeri Gunung, Negeri Besi, Negeri Api, Negeri Air, dan Negeri Angin. Lima negeri yang mahsyur dikenal sebagai Negeri-Negeri yang gemar berperang. Terkadang mereka menjadi kawan, terkadang menjadi lawan.

Lelah dengan peperangan tanpa henti dan memakan banyak korban, akhirnya Ksatria dari negeri angin mencoba mempertemukan mereka dalam satu forum perdamaian. Dengan harapan terdapat titik temu dan kesepakatan antar negeri untuk menghentikan peperangan dan tercipta kedamaian antar Negeri-negeri mereka.

Tak terlalu sulit bagi ksatria angin untuk mengumpulkan keempat ksatria yang lainnya, karena keadaan sedang dalam keadaan tenang tanpa peperangan.

Karena setiap mereka memiliki kepentingan, latar belakang, dan karakter yang berbeda, tantangan berikutnya adalah bagaimana menyatukan pandangan seluruh ksatria agar sama dengan pandangan ksatria angin, yaitu untuk mengakhiri peperangan selama-lamanya dan menciptakan perdamaian antar negeri. Seperti menyatukan air dan minyak yang tidak akan pernah bersatu tanpa ada campur tangan zat lain untuk menyatukannya.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Ksatria angin, ksatria yang paling tua, paling berilmu dan bijaksana tutur katanya diantara yang lainnya. Ksatria angin kemudian menyampaikan maksud dan tujuannya mengapa mengundang ksatria yang lainnya. Ksatria Angin berharap para ksatria dapat membantunya untuk mewujudkan perdamaian dan menghentikan peperangan yang terjadi antar Negeri-Negeri mereka untuk selamanya.

Sekilas, mereka tampak sejalan dengan ide yang diutarakan oleh Ksatria angin, Tanpa di duga tiba-tiba…

“TIDAK…!!! Saya tidak setuju…!!! Kecuali Syarat dariku dipenuhi oleh kalian semua” Gertak Ksatria Gunung yang memiliki badan paling besar dan paling gagah diantara yang lainnya.
“Wahai ksatria gunung, apa syarat yang kau inginkan?” Tanya Ksatria angin dengan tenang.

“Kalian tahu kan, Kami yang berasal dari negeri gunung memiliki keahlian mengendalikan gunung-gunung yang ada di seluruh dunia?” Tanya retoris ksatria gunung.

“Tanpa adanya kami niscaya gunung-gunung itu akan meluluh lantakkan seluruh daratan yang ada dunia ini, akan memuntahkan seluruh larva yang ada di dalam perutnya, akan hilang keseimbangan antara langit dan bumi karena hilangnya penyokong bumi dan langit. Oleh sebab itu, karena keutamaan itu, aku mewakili seluruh penduduk negeri gunung, agar diberikan hak memimpin kalian untuk mewujudkan ide perdamaian itu” Tuntut Ksatria Gunung.

“Tunggu…!!! Aku Tidak Setuju…!!!” Sahut Ksatria besi yang memiliki fisik sekeras baja menyela Ksatria Gunung.

“Hai kau Ksatria Gunung…!!! Sadarkah dirimu bahwa Gunung-gunung yang kau banggakan itu dapat dengan mudahnya kami hancurkan?” Pertanyaan retoris dari Ksatria Besi.

“Dengan kemampuan kami yang mampu mengendalikan besi sesuka hati kami, kami dapat mengeruk tanah dan bebatuan yang membentuk gunung-gunungmu itu. Akan kami keruk seluruh tanahnya, akan kami hancurkan seluruh bebatuannya hingga tak ada yang tersisa dari Gunung-gunung yang Kau banggakan itu. Sebab itu, akulah yang lebih berhak memimpin kalian semua” Terang Ksatria Besi menunjukkan kekuatannya.

“Hahahaha… Lucu sekali kalian berdua…” Tawa ledek Ksatria api yang terkenal kejam.
“ Hei Kau Ksatria besi…!!! Akan kulelehkan mulut dan jasadmu bersama dengan besi-besi karatan yang kau bangga-banggakan itu…!!! Akulah yang paling kuat diantara kalian, dengan kemampuan api yang kumiliki ini, aku dapat membakar kalian semua tanpa sisa. Hanya aku yang paling berhak untuk memimpin kalian yang lemah tak berdaya” Tak mau kalah Ksatria Api memamerkan kekuatannya.

Tak mau kalah dengan yang lainnya, Ksatria Air yang terkenal pendiam pun angkat bicara.
“Heei… Heeiii… Sampai kapan kalian bertiga akan terus bertengkar ?” Tanya Ksatria Air.
“Hei Ksatria Api, tidak hilang ya kesombonganmu dari dahulu, tidak heran jika kau menguasai api, karena kesombonganmu layak sekali disandingkan dengan kesombongan Iblis dan syaitan yang juga diciptakan dari api. Mudah sekali bagiku untuk memusnahkan dirimu dan api yang menjadi kekuatanmu itu, sekali sembur dapat kuhanyutkan dirimu dan kupadamkan apimu. Tak hanya Api, akupun dapat memotong besi dan bebatuan dengan air yang kusemprotkan dengan kecepatan dan tekanan yang tinggi. Jadi, tak ada lagi yang lebih berhak memimpin kalian semua kecuali aku” Jelas Ksatria Air meyakinkan yang lain.

Mendengar perdebatan yang pelik diantara keempat ksatria itu, Ksatria Angin hanya diam mendengarkan sampai perdebatan itu berakhir dan buntu tanpa ada kesepahaman.
Melihat sikap Ksatria Angin, Ksatria Air bertanya kepada kepada Ksatria Angin

“Hai Ksatria Angin, Bagaimana pendapatmu? Bukankah Aku yang paling layak memimpin kalian semua?”

Mendengar dimintai pendapatnya, akhirnya Ksatria Angin angkat bicara,

“ Wahai para Ksatria, jika aku mengikuti kalian yang saling menunjukkan kekuatan, aku juga dapat berkata kapada kalian semua, bahwa kekuatan yang aku miliki dapat mengalahkan kekuatan kalian semua. Lihatlah bagaimana angin menggerakkan air di lautan yang tenang hingga menjadi badai yang mematikan, lihatlah bagaimana angin dengan kecepatan super cepat hingga menjelma menjadi badai yang dapat meluluh lantakkan seluruh yang ada di daratan, lihatlah bagaimana angin yang juga dapat memotong besi dan bebatuan dengan angin yang dihembuskan dengan tekanan dan kecepatan yang super tinggi” Jelas Ksatria Angin menunjukkan kekuatannya.

“Bisa saja aku juga menuntut kepemimpinan dengan kekuatan yang aku miliki ini. Tapi… Bukan itu yang aku harapkan. Siapapun pemimpinnya, selama ia dapat mewujudkan mimpi kita bersama untuk menciptakan perdamaian dan menghentikan perang untuk selamanya, aku akan menghormatinya, akan mendukungnya dan akan mendengar serta ta’at secara totalitas kepadanya” Lanjut Ksatria Angin mengajak berfikir ksatria yang lainnya.

Tak ada yang berani angkat bicara membantah Ksatria Angin, karena apa yang disampaikannya benar apa adanya.

Akhirnya disepakati secara musyawarah, seluruh Ksatria yang lain menginginkan Ksatria Angin yang memimpin mereka. Karena kebijaksanaan, ilmu, Usia dan Kekuatannya dapat menjadi penengah yang adil dan pemimpin yang tepat untuk memimpin mereka.

Sebulan setelah pertemuan itu, akhirnya deklarasi damai dan komitmen untuk tidak akan ada peperangan selamanya dikumandangkan. Negeri-Negeri yang selama ini berperang, akhirnya bersatu saling bantu dan menguatkan. Hingga terciptalah keamanan, kedamaian, keharmonisan, ketentraman dan kesejahteraan di seluruh Penjuru Negeri.

“Jika kau tak tahan dengan adanya perbedaan dan perselisihan dalam persaudaraan. Maka kau harus tahan dengan kelamnya kesendirian dan hampanya kehidupan.” @dhezun
06.40 Diposting oleh @dhezun 0

Peristiwa bersejarah pada bulan februari di tanah air dan belahan dunia islam



Oleh : @dhezun | Markaz Inspirasi

Februari ‘kata’nya adalah bulan yang penuh dengan cinta, ada satu hari di bulan februari seluruh manusia saling berbagi kasih sayang kepada sesama, yaitu pada tanggal 14 februari. Sayangnya, banyak yang tertipu dengan ungkapan kasih sayang ini, karena sejatinya hari valentine adalah hari raya para pelaku kemaksiatan, perngkultusan dan penyembahan pagan, dan hari yang dijadikan alat untuk menghancurkan peradaban.

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas tentang hari valentine yang penuh dengan penipuan. Tapi saya akan mengajak sahabat untuk menapak tilasi peristiwa bersejarah besar yang terjadi di indonesia dan belahan dunia islam yang lainnya, baik yang bertepatan dengan tanggal 14 februari atau tanggal sebelum dan setelahnya.

14 FEBRUARI 1945 SEBAGAI HARI PERINGATAN PEMBELA TANAH AIR

Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan Peta di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan pemberontakan yang dikenal dengan nama “Pemberontakan Peta Blitar”. Pembela Tanah Air disingkat PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia. 

Pembentukan Peta dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan Peta sendiri maupun Heiho. Pimpinan pasukan pemberontak, Supriadi, hilang dalam peristiwa ini.

Sumbangsih dan peranan tentara PETA dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Demikian juga peranan mantan Tentara PETA dalam kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Mantan Tentara PETA menjadi bagian penting pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga TNI. Untuk mengenang perjuangan Tentara PETA, pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan monumen PETA yang letaknya di Bogor, bekas markas besar PETA.

14 FEBRUARI 1946 TERJADI PERISTIWA MERAH PUTIH DI MANADO

Peristiwa merah putih terjadi pada tanggal 14 Februari 1946 dan merupakan gerak militer dari pasukan KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) kompi VII yang pada saat itu ada di bawah pimpinan Ch. Taulu. Mmereka kemudian merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Indonesia dengan bantuan rakyat seperti Manado, Tomohon, dan Minahasa. Dari percobaan perebutan kekuasaan tersebut, ada sekitar 600 orang pasukan Belanda dan pejabat tinggi mereka yang berhasil ditawan. Pertempuran ini berakhir pada tanggal 16 Februari dimana mulai bertebaran sebuah selebaran berisi pernyataan perebutan kekuasaan di seluruh Manado oleh bangsa Indonesia.

Tanggal 14 Februari 1946, jam 01.00 malam. Sejumlah tentara KNIL yang setia kepada Republik Indonesia di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur, bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf “L”. Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan.

Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran sang saka Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. Para pejuang itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda, menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu.

Kapten Blom, pemimpin Garnisun Manado ditangkap sekitar pukul 03.00, setelah lebih dulu menahan Letnan Verwaayen, pimpinan tangsi militer Teling. Siangnya, pasukan pejuang republik menangkap Komandan KNIL Sulawesi Utara Letkol de Vries dan Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Sehari kemudian, para pejuang menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berkekuatan 8.000 serdadu.

Peristiwa ini diberitakan berulang-ulang melalui siaran radio dan telegrafi oleh Dinas Penghubung Militer di Manado, ditangkap dan diteruskaan oleh kapal perang Australia SS “Luna” ke Allied Head Quarters di Brisbane. Selanjutnya Radio Australia menjadikannya sebagai berita utama dan ikut disebar-luaskan oleh BBC-London dan Radio San Fransisco Amerika Serikat.

Warga Sa’sa’ Dibunuh Massal Kelompok Palmach

14 Februari tahun 1938, kelompok teroris Zionis bernama Palmach, menyerang desa Sa’sa’ di kawasan Palestina pendudukan dan membantai massal penduduk desa itu. Aksi teror yang berlangsung hingga keesokan harinya itu, menghancurkan 20 rumah warga dan menewaskan 60 orang, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak. Kelompok Palmach adalah divisi pembunuh rahasia dari kelompok militan Zionis, Haganah.

Ada tiga kelompok besar teroris Zionis, yaitu Haganah, Irgun, dan Stern Gang. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Yitzhak Shamir, Menachem Begin and David Ben-Gurion, orang-orang yang kemudian malah dianggap pahlawan dan menjadi pejabat tinggi, seperti Perdana Menteri. Kelompok-kelompok militan ini melancarkan aksi-aksi teroris terhadap rakyat sipil Palestina dengan harapan bisa menakuti-nakui mereka agar pergi meninggalkan rumah mereka sehingga bisa diambil alih oleh orang-orang Zionis.
Kelompok Palmach, yang merupakan divisi pembunuh rahasia kelompok Haganah pimpinan Yitzhak Rabin, selain membunuh massal warga desa Sa’sa’, juga tercatat pernah membunuh massal desa di Balad Al-Sheikh dan Lydda.

GUGURNYA INSPIRATOR PERADABAN, HASAN AL BANNA

Hasan Ahmed Abdel Rahman Muhammed al-Banna atau biasa dikenal dengan sebutan Hassan al-Banna dilahirkan pada tanggal 14 Oktober 1906 di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir. Pada usia 12 tahun, Hasan al-Banna telah menghafal al-Qur'an. Ia adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus sebagai pendiri dan pimpinan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslimin).

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya dan mendesak agar mesir segera mengakui indonesia sebagai negara yang merdeka, kemudian jadilah mesir menjadi salah satu negara yang paling awal mengakui kemerdekaan indonesia.

Hasan Al-Banna dengan jama’ah IM yang didirikannnya memiliki banyak sumbangsih dalam melawan kolonialisme, kesehatan masyarakat, kebijakan pendidikan, manajemen sumber daya alam, kesenjangan sosial, nasionalisme Arab, kelemahan dunia Islam di kancah internasional, dan konflik yang berkembang di Palestina.

Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin.

Pada tahun 1948-1949, terjadi perang di Palestina di mana Ikhwanul Muslimin turut serta dalam peperangan. Dalam peperangan tersebut, aktivis organisasi banyak ditangkap dan dibunuh, hal ini menimbulkan serangan balik yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin yakni dengan membunuh Perdana Menteri Mesir saat itu, Mahmoud sebuah-Nukrashi Pasha. Pembunuhan yang sebelumnya dikecam betul oleh Hasan ini nyatanya malah mengenai dirinya. Hasan tertembak oleh penembak bayaran bersama saudara iparnya, Abdul Karim Mansur, di mana saat itu ia tidak mendapatkan pertolongan dari pihak rumah sakit atas perintah pemerintah sampai Hasan meninggal. Hasan meninggal pada 12 Februari 1949.

JATUHNYA BAGHDAD DI TANGAN TENTARA MONGOL

Tentara Mongol pimpinan Hulagu tiba di luar kota Baghdad pada bulan November 1257. Hulagu mengirim utusan kepada khalifah Al-Musta'sim agar menyerah, tetapi khalifah menolak dan memberi peringatan kepada Hulagu bahwa mereka akan menghadapi murka Allah jika mereka tetap menyerang kekhalifahan yang dipimpinnya.

Banyak catatan sejarah yang menyebutkan bahwa ini adalah kesalahan fatal dari khalifah karena segera membuat Hulagu marah dan mempunyai alasan untuk membumihanguskan Baghdad dan membantai warganya padahal khalifah waktu itu masih belum bisa untuk menyiapkan serangan, merekrut tentara maupun memperkuat benteng di sekitar Baghdad jadi intinya belum siap menghadapi serbuan bangsa Mongol.

Hulagu segera membagi pasukannya menjadi dua bagian besar untuk menyerbu Baghdad yaitu dari Barat dan Timur sungai Tigris. Awalnya pasukan muslim berhasil memukul mundur serbuan dari barat, tetapi mereka berhasil dikalahkan di pertempuran berikutnya. Serangan bangsa Mongol ini berhasil menyusup ke garis belakang pasukan muslim dan mereka tanpa ampun membantainya dan sebagian mati tenggelam.

Pada tanggal 29 Januari 1258, kota Baghdad mulai dikepung di bawah pimpinan jendral China, Guo Khan. Pada tanggal 5 Februari, mereka berhasil menguasai benteng di sekitar Baghdad. Khalifah kemudian berusaha bernegosiasi dengan Hulagu tetapi ditolaknya. Akhirnya pada tanggal 10 Februari, Baghdad resmi menyerah.

Pasukan Mongol mulai memasuki kota pada tanggal 13, dimana minggu itu merupakan minggu yang sungguh penuh darah dan jerit tangis warga kota Baghdad. Pembantaian, penjarahan, pemerkosaan dan pembakaran terjadi di mana-mana. Bangsa Mongol menjarah dan menghancurkan Masjid, perpustakaan, istana, rumah sakit, dan juga banyak bangunan bersejarah. Perpustakaan Baghdad (saat itu Baghdad terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia) yang penuh dengan buku-buku sejarah, kedokteran dan astronomi dan lainnya dijarah dan semua bukunya dilempar ke Sungai Tigris, para saksi mata mengatakan Sungai Tigris berubah warnanya menjadi hitam dikarenakan saking banyaknya buku yang terendam sehingga tintanya luntur.

Khalifah Al-Mus'tasim ditangkap dan disuruh melihat rakyatnya yang sedang disembelih di jalan-jalan dan hartanya yang dirampas. Kemudian setelah itu khalifah dibunuh dengan cara dibungkus dengan permadani dan diinjak-injak dengan kuda sampai mati. Semua anaknya dibunuh kecuali satu yang masih kecil dijadikan budak dan dibawa ke Mongol.

Sejarawan Islam, Abdullah Wassaf memperkirakan pembantaian warga kota Baghdad mencapai beberapa ratus ribu orang. Ian Frazier dari majalah The New York Worker memberi perkiraan sekitar 200 ribu sampai dengan 1 juta orang. Setelah kehancuran ini, kota Baghdad tidak pernah lagi menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan dunia.

Namun, akhirnya Ahmad Teguder (1282-1284) dan Mahmud Ghazan (1295-1304), dan raja-raja selanjutnya adalah pemeluk agama Islam. Dengan masuk Islamnya Mahmud Ghazan —sebelumnya beragama Budha— Islam meraih kemenangan yang sangat besar terhadap agama Syamanisme. Sejak itu pula orang-orang Persia mendapatkan ke-merdekaannya kembali.

TENTARA UNI SOVYET ANGKAT KAKI DARI AFGHANISTAN

Tanggal 15 Februari 1989, tentara merah Uni Sovyet berhasil diusir oleh para pejuang Mujahidin Afghanistan. Keberhasilan ini berhasil diraih para pejuang Mujahidin setelah sekitar 10 tahun melakukan perlawanan terhadap tentara Uni Sovyet yang bercokol di negaranya. Awalnya, tentara Uni Sovyet menyerbu ke Afghanistan dengan tujuan untuk mendirikan pemerintahan boneka di negara itu. AS yang merasa kepentingannya terancam di kawasan Asia selatan memberikan reaksi yang sangat keras, termasuk di antaranya membantu pembentukan kelompok-kelompok perjuangan Afghanistan.

Di sisi lain, rakyat muslim Afghanistan sendiri memang sangat tidak menyukai kehadiran Uni Sovyet sehingga mereka terus menerus melakukan perlawanan bergerilya mengusir tentara uni Sovyet. Kemudian, akhir tahun 80-an, terjadi perubahan mendasar pada politik luar negeri Uni Sovyet sehingga Moskow tidak lagi banyak memberikan perhatian terhadap kehadiran tentaranya di Afghanistan. Akhirnya, pada tahun 1989, Moskow memerintahkan penarikan pasukannya dari seluruh kawasan Afghanistan.

PEMBUNUHAN DI MAKAM IBRAHIM OLEH ZIONIS

25 Februari 1994, seorang warga Israel ekstrim membunuh massal kaum muslim Palestina yang sedang menunaikan sholat di seputar kompleks makam Nabi Ibrahim di kota Al-Khalil, Tepi Barat. Sebanyak 29 warga Palestina gugur syahid dan sejumlah lainnya luka-luka akibat berondongan senjata dari orang Zionis itu. Teror yang terjadi di bulan Ramadhan itu menimbulkan kemarahan masyarakat Arab dan muslim, sampai-sampai, pemerintah negara-negara Arab terpaksa mengundurkan jadwal perundingan damai mereka dengan Tel Aviv. 

Di Palestina sendiri, sitausi menjadi memanas dan perlawanan bangsa Palestina semakin meningkat. Untuk meredam kemarahan warga Palestina, rezim Zionis menangkap pelaku teror itu dan mengadilinya. Namun pengadilan memutuskan bahwa pelaku teror itu mengalami gangguan jiwa sehingga dibebaskan dari hukuman.

WAFATNYA SEORANG MUHADDIST TERKENAL, IBNU MAJAH

Ibnu Majah dengan nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Majah Al Quzwaini . Ia dilahirkan pada tahun 207 Hijriah dan meninggal pada hari selasa, Tanggal 22 ramadhan 273 h/20 februari 886 M. Beliau adalah penyusun Kitab Sunan Ibnu Majah, salah satu kitab yang penting dalam rangkaian 6 kitab hadist (kutubus sittah). Keenam kitab hadist ini merupakan kitab utama dalam rujukan hadist-hadist nabawi.

Imam Ibnu majah menuntut ilmunya di Qazwin kepada Ali bin Muhammad ath Thonafusi, dia adalah seorang yang tsiqoh, berwibawa dan banyak meriwayatkan hadits. Ath Thonafusi meninggal pada tahun 233 H, ketika itu Ibnu Majah berumur sekitar 24 tahun. Setelah itu Ibnu Majah berkelana pada Negara-negara sekitar untuk memperbanyak dan memperdalam ilmu hadits seperti , Khurosan, Naisabur ,ar Ray, Iraq, Baghdad, Kufah, Wasith ,Bashroh, Hijaz, Makkah , Madinah, Syam, Damasqus , Himsh, Mesir dan lain-lain.

Abu Ya’la Al-Kahlily Al-Qazwîny berkata : “Imam Ibnu Majah adalah seorang kepercayaan yang besar, yang disepakati tentang kejujurannya, dan dapat dijadikan argumentasi pendapat-pendapatnya, ia mempunyai pengetahuan luas dan banyak menghafal hadits”.

Sanjungan yang senada banyak juga yang menyampaikannya pada beliau, seperti Abu Zar’ah Ar-Râzî dan Zahaby dalam bukunya “Tazkiratu Al-Huffâdz” mengilustrasikannya sebagai ahli hadits besar dan mufassir, pengarang kitab Sunan dan tafsir, serta ahli hadits kenamaan negerinya.
Seorang mufassir dan kritikus hadits besar yang bernama Ibnu Kasir dalam karyanya “Al-Bidâyah” mengatakan : “Muhammad bin Yazid (Ibnu Majah) adalah pengarang kitab Sunan yang masyhur. Kitabnya itu bukti atas ilmu dan amalnya, keluasan pengetahuan dan pandangannya, serta kredibilitas dan loyalitasnya terhadap hadits dan ushûl serta furû’.”

Imam Ibnu Majah mempunyai banyak karya tulis, di antaranya:
1. Kitab As-Sunan, yang merupakan salah satu Kutubus Sittah (Enam Kitab Hadits yang Pokok).
2. Kitab Tafsir Al-Qur’an, sebuah kitab tafsir yang besar manfatnya seperti diterangkan Ibn Kasir.
3. Kitab Tarikh, berisi sejarah sejak masa sahabat sampai masa Ibn Majah.
09.26 Diposting oleh Unknown 0

Mungkin Mereka Lupa

Banyak Aktifis yang menapaki terjalnya pegunungan untuk menguji mental pejuang dan mencari ketenangan alam.

Sepertinya mereka lupa...
Pejuang sejati tak hidup untuk dirinya sendiri.
Pejuang sejati tak hidup untuk mengejar egonya sendiri.
Pejuang sejati tak hidup untuk mendapatkan kesenangannya sendiri.
Pejuang sejati takkan tenang menapaki terjalnya pegunungan di saat Umat di bawah sedang kritis membutuhkan pertolongan.
Nafasnya adalah Penyegar dari gersangnya penderitaan.
Tangannya membimbing dalam jalan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Langkah Kakinya tegar memberikan bantuan dan pertolongan.
Bahunya menjadi tempat bersandar untuk mereka yang berada dalam kelemahan dan kesulitan.

Mungkin mereka juga lupa...
bahwa ketenangan itu ada ketika mereka dekat dengan Allah..
ketenangan ada ketika mereka berjama'ah dan beri'tikaf di masjid..
ketenangan di dapat ketika mereka khusyuk beribadah di waktu-waktu shalat,
ketenangan ada ketika mereka bermunajat dengan tetesan air mata di sepertiga malam..
ketenangan ada ketika lisan selalu berzikir menyebut nama-Nya..
ketenangan ada ketika al qur'an mereka baca dengan tartil kemudian mentadaburi yang terkandung di dalamnya..

Ya... Mungkin Mereka Lupa...

Note :
- Pegunungan disini adalah sebuah metafora untuk obsesi dan ego manusia terhadap dunia dan kesenangan-kesenangan di dalamnya.

@dhezun | Markaz Insprasi
05.28 Diposting oleh Unknown 0

Sukses Berkomunikasi



Menurut salah satu penelitian di Amerika,Sekitar 85% kesuksesan hidup Seseorang Dipengaruhi langsung oleh kemampuan komunikasi yang efektif. Ketika kita mampu berkomunikasi dengan baik, maka kita akan mendapatkan perhatian orang yang mendengarkan kita, mereka akan mendengarkan kita dengan antusias dan seksama. Kemudian, pendengar akan tumbuh rasa percaya terhadap kita karena merasa yakin bahwa kita adalah yang tepat dan menguasai apa yang kita bicarakan, selanjutnya akan terjalin hubungan yang baik dengan kita. kepercayaan dan hubungan yang baik itulah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan-kesuksesan kita.

Untuk dapat berkomunikasi dengan baik, ada enam hal yang harus kita miliki dan kita kuasai ketika berbicara dengan orang lain, yaitu :

Pertama, Respect.
Ketika berbicara kita harus menghormati secara layak orang yang kita ajak bicara, tidak merendahkan dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan orang yang kita ajak bicara. Tunjukan antusias dan kebahagian bisa bertemu dan berkomunikasi dengan mereka. Sanjung dan buat mereka merasa dihargai keberadaannya. Sebagai contoh, "Assalamu'alaikum, gimana nih kabar bro? wah kangen nih ane ama ente. Makin ganteng aja nih dari hari ke hari", contoh lain ketika berbicara di depan umum "Alhamdulillah, Kebahagiaan itu banyak sebabnya, dan kebahagiaan luar biasa yang sedang saya rasakan saat ini adalah ketika saat ini saya dapat berjumpa dengan orang-orang sukses dan luar biasa, yaitu Anda semua".



Kedua, Empathy.
Kita menempatkan diri, perasaan dan fikiran sebagaimana yang dirasakan orang yang kita ajak bicara. Ketika sedang berduka, tempatkan diri kita bila berada di posisi mereka. Jika bahagia, kita pun sebisa mungkin ikut berbahagia meski hati sedang berduka.

Ketiga, Audible.
Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut bkn tanpa hikmah, diantara hikmahnya adalah agar kita banyak mendengarkan daripada banyak bicara. Karena fitrahnya manusia itu senang berkeluh kesah, dan ingin orang lain mendengarkan keluh kesahnya itu. Bukan pura pura mendengar, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Tapi mendengar dengan seksama, dengan menghadirkan fikiran, emosi, respct dan empathy.

Keempat, Clearly.
Ketika kita bicara harus jelas intonasi, artikulasi, dan ekspresinya. Diatur pace dan speednya agar enak didengarnya. Kuatkan pesan dengan komunikasi non verbal karena efektifitasnya jauh lebih kuat daripada hanya komunikasi hanya mengandalkan verbal. Buat sejelas dan sejernih mungkin pesan yang kita sampaikan.

Kelima, Humble.
Jika poin pertama sampai ketiga kita telah mendapatkan hatinya, poin keempat kita mendapatkan perhatiannya, poin kelima adalah upaya kita mendapatkan kenyamanannya. Sikap rendah hati adalah sikap yang disenangi siapapun yang kita ajak bicara. Orang akan menghormati kita tanpa kita tunjukan siapa kita. Orang akan respect kepada kita tanpa kita tunjukan gelar dan status sosial kita. Orang juga akan nyaman bercerita tentang dirinya karena sikap rendah hati kita kepadanya. Semakin kita umbar siapa kita dan membanggakan prestasi prestasi kita di hadapan orang yang kita ajak bicara, semakin segan orang untuk mendengarkannya. Kecuali memang diminta untuk menyampaikan kesuksesannya untuk diambil pelajaran untuk mereka.

Keenam, honesty.
Mungkin kita bisa mendapatkan poin satu sampai lima, tapi jika poin terakhir ini tidak kita penuhi, maka akan sia sia lah semuanya. Inti kesuksesan dari komunikasi adalah mendapatkan kepercayaan dari orang yang kita ajak bicara. Tanpa adanya kejujuran takkan pernah terbangun kepercayaan, meski sebaik apapun kita berkomunikasi. Bahkan komunikasi yang sudah lama kita bangun sekalipun, akan mudah rontok bila tanpa diselimuti dengan kejujuran. Kejujuran adalah harga mati untuk mereka yang ingin mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat.

@dhezun | markaz inspirasi
20.52 Diposting oleh Unknown 0

Panggilan Cinta


Senang sekali mendengar salah satu kawan saya akan menikah. Iri campur syukur mendapat kabar membahagiakan itu.
Tentu yang dirasakan kawan saya itu jauh lebih dahsyat kebahagiaannya dengan kebahagiaan yang saya rasakan. Setelah sekian tahun menanti akhirnya Allah pertemukan ia dengan jodohnya.

Tentu tak mudah baginya, perlu perjuangan untuk mewujudkannya. Banyak syarat yang harus dituntaskannya terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Tapi beratnya perjuangan dan ketatnya syarat tak lantas membuatnya mundur dan berputus asa.

Cinta tak cukup dirasa dan dikata, harus ada sikap nyata untuk menyatakannya.

Wanita memberikan syarat bukan karena benci dan enggan bersamanya. Tapi sebagai bukti rasa cinta kepada calon pendampingnya. Ingin pendampingnya dalam keadaan terbaik ketika berdampingan dengannya.

Iman pun seperti itu, tak cukup dirasa dan dikata, harus dinyatakan dalam perbuatan fisik yang nyata. Allah memberikan perintah dan larangan kepada manusia bukan karena benci dan murka kepada hambanya, tapi karena Allah cinta kepada hambanya dan ingin hambanya bertemu denganNya dalam keadaan kembali kepada fitrahnya.

Keinginan Allah bertemu hambanya jauh lebih besar dibandingkan keinginan hamba bertemu denganNya. Keinginan Allah memasukan hambanya ke surga jauh lebih besar daripada keinginan hambanya untuk masuk ke surga.

Seperti syarat dan ketentuan seorang laki laki yang ingin menikahi wanita yang dialami kawan saya. Untuk menjemput cinta Allah yang menanti hambaNya,juga diperlukan perjuangan untuk menjemputnya, ada syarat yang harus kita penuhi sebelumnya. Yaitu dengan keimanan dan ketaatan yang sebenar benarnya kepada Allah ta'ala.
Wallahu a'lam
20.34 Diposting oleh Unknown 0

Jalan Dakwah (Oleh Dhezun)


Dakwah,
Satu kata dengan sejuta rasa dan makna
Manis, asam, asin, sepat, pahit, semua ada di dalamnya
Bahagia, Sedih, Canda, Tangis, dan tawa menghiasi perjalanannya
Mengukuhkan ukhuwah bagi mereka perindu surga


 Cinta,
Begitulah dakwah di hati pejuang sejati
Hatinya selalu merindu untuk turun menapaki
Lisannya selalu basah mengucap kalimat dakwah nan suci
Hari-harinya disibukan untuk berdakwah kesana kemari
Pengorbanannya totalitas tak kenal henti sampai mati

Berat,
Inilah hakikat jalan dakwah
Karena jika mudah pasti gunung sanggup menerima amanah-Nya
Hanya manusia luar biasa yang mampu bertahan dalam mengembannya
Sebab itu Allah janjikan surga bagi mereka yang berjuang di dalamnya
Kemudian Allah pertemukan mereka dalam keadaan wajah bercahaya dan berbahagia

Sahabat,
Jika bukan karena dakwah,
Mungkin kita takkan pernah bersama dalam jama’ah
Tak ada salam dan sapa, apalagi berbagi rasa dan cerita
Takkan pernah ada tawa, canda, suka, duka yang kita lalui bersama

Bertahanlah, Bersabarlah…
Bila lelah, buatlah kelelahan itu lelah mengikuti
bila letih, paksalah keletihan itu letih menggelayuti
bila futur, siksalah kefuturan itu futur menjangkiti
Teruslah Bergerak, teruslah berlari menapaki jalan ini
sampai jasad menyerah tak sanggup lagi, Lalu mati
Agar kelak, Allah mempertemukan kita kembali di surga abadi
20.24 Diposting oleh Unknown 0

UJIAN DAN KEMULIAAN (Based on True Story)


Jumat malam, Ba'da isya, saya kedatangan sahabat saya sewaktu kuliah, awalnya hanya untuk sebuah keperluan sesaat, tapi ternyata kita hanyut dalam perbincangan sampai hampir tengah malam.

Berawal membahas sedikit keperluannya, lalu ngalor ngidul bernostalgia kisah waktu kuliah, aktifitas sekarang hingga bercurhat ria. Ya, curhat. Kaget ya kl laki laki suka curhat juga? Hehe

"Zun, ane suka iri liat ente dan teman teman hidup harmonis dengan keluarga. Sedangkan ane antum tau sendiri seperti anak yang gak dianggap oleh kedua orang tua ane" kisahnya mengawali.

"Sejak kecil ane jauh dari kasih sayang orang tua. Ane banyak menghabiskan waktu saat kecil bersama engkong ane. Sedangkan kedua orang tua ane, baik bapak atau ibu gak peduli dengan ane. Bahkan ane sempat bertanya dalam hati sebenarnya ane ini anak kandung atau anak pungut si? Tak ada kasih sayang dan kehangatan dari mereka untuk ane.

Ketika wisuda, disaat ente dan teman-teman didampingi kedua orang tua masing-masing, ane jalan ke tempat wisuda naik motor sendirian. Sungguh iri teriris hati ane melhati teman-teman bersuka cita dan berpoto ria dengan kedua orang tuanya masing-masing. Sedangkan ane? Hahhh..." Selanya sambil menghela nafas

"Berharap mendapatkan ucapan selamat atas kelulusan, ternyata harapan tinggal harapan. Tak ada sepatah katapun dari mereka atas kelulusan anaknya. Bahkan piagam-piagam dan prestasi-prestasi yang pernah ane dapatkan pun tak dihargai sama sekali. Bukannya ucapan selamat yang didapat, ternyata orang tua malah membuang seluruh prestasi ane itu semua dan menyisakan perkataan yang menyakitkan hati. Menuh-menuhin ruangan saja katanya.

Semenjak awal kuliah, ente liat sendiri kan ane jarang aktif dalam setiap aktifitas kampus? Ane kerja mulai dari penjaga gudang dan naik terus sampai dapat amanah sebagai bagian katalog yang tugasnya hanya memantau saja. Ente tau? Disaat itu gak jarang ane jadi gelandangan. Terkadang tidur di emperan di sekitar kawasan senen bersama orang yang kurang beruntung lainnya. Bahkan, dimasa itu ane udah siap dan ridho kalau Allah matiin ane saat itu juga. "Dua kali ane merasa ingin segera Allah matikan, sudah tak kuat menahan penderitaan ini sendirian. Gaji ane dan tabungan ane saat itu sampai ane bobok dan sumbangin ke yayasan agar ane mati dalam keadaan terbaik. Ane gak kuat zun saat itu, sedih ane kalau ingat masa itu." ketegaran coba ia tunjukan dan pertahankan, tapi air mata tak terbendung menetes dari matanya yang teduh dan penuh kehangatan, mengalir deras membasahi pipinya yang putih bersih.

"Entah, nanti mungkin ketika ane wisuda S2, siapa yang akan datang menemani ane, hehhh..." Tutupnya sambil menghela nafas.

Ada pepatah bijak mengatakan, takkan terlahir pelaut ulung dari laut yang tenang dan takkan hadir mutiara indah dari kerang yang tak pernah merasakan sakit yang amat sangat dari butiran pasir yang masuk ke dalam tubuhnya.

Dengan beratnya masalah yang ia hadapi tak membuatnya berputus asa, tapi ia jadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Ketakutan ia ubah menjadi sebuah kekuatan. Kebencian ia ubah menjadi sebuah kasih sayang.

Pengalaman pahit yang ia dapatkan membuatnya lebih bijak, sabar dan dewasa dalam menghadapi masalah. Kesedihan hati ia jadikan kepekaan dalam hatinya untuk lebih peduli kepada orang lain yang disekitarnya.

Ketika menerima gaji, makanan, kue dan lainnya dari hasil rapat dan silaturrahim serta gajinya, tak jarang ia berbagi kepada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Allah angkat derajatnya dipandangan manusia, Allah berikan amanah besar yang orang-orang biasa seusianua tak mendapatkan kesempatan yang amat langka. Dari seorang sekuriti, kerja di gudang, model katalog, guru, kemudian Allah amanahkan ia sebagai kepala sekolah internasional yang pusatnya di singapura yang berada di bilangan jakarta barat. Tidak tanggung-tanggung, ia memegang amanah sebagai kepala sekolah dari tingkat SD-SMA. Hebatnya lagi, sahabat saya ini adalah kepala sekolah termuda sejakarta barat, dengan usia 24 Tahun.

Mungkin sebagian kita berpendapat dia memang hebat dan mumpuni serta sudah berpengalaman. Tidak, itu adalah pengalaman pertamanya sebagai.kepala sekolah. Jangankan mengurus sekolah, organisasi terakir yang ia ikut saja hanya rohis waktu di SMA.

Sebagian lagi mungkin berpendapat ada orang dalam yang membantunya. Tidak, sekolah itu sangat profesional dan selektif untuk masalah rekrutmen SDM, apalagi untuk tingkat kepala sskolah. Saingannya bukan main-main, ia yang hanya lulusan S1 dan sedang menempuh S2, ia harus berhadapan dengan doktor dari unpad dan UI.

Tapi, Allah memang luar biasa atas rahasia takdirNya. Malah ia yang diamanahkan sebagai di posisi itu. Katanya ia sangat memenuhi harapan dari panitia seleksi meski kualifikasinya masih jauh dibandingkan yang lainnya. Masya Allah...

Tak dipungkiri memang banyak hambatan dan kesulitan ketika menjalaninya. Mulai dari sistem yang harus terus diperbaiki, hingga partner guru yang meremehkannya dan membencinya. Masih anak bau kencur katanya.

Tapi berkat kesabaran dan pengalaman-pengalaman pahit dan masalah yang berat yang pernah dialaminya, membuatnya lebih siap dan dewasa menyikapinya. Syukur Alhamdulillahnya banyak sekali pertolongan Allah yang datang dari arah yang tak diduga-duga.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini, sungguh amat besar rahmat Allah kepada orang-orang yang Allah anugrahkan masalah dan musibah tapi ia hadapi dengan sabar dan tawakal.kepada Allah ta'ala.

Untuk sahabat saya yang tertulis kisahnya disini, ada satu pesan saya untukmu, "Bro, antum selama ini sudah banyak mengorbankan kebahagiaan antum untuk orang lain. Sekarang saatnya antum membahagiaakan diri antum dan juga orang lain yang insya Allah akan tulus mencintai antum. Ditunggu undangannya di bulan juni ya "

Aamiin... wallahu a'lam

@dhezun | Markaz Inspirasi
19.36 Diposting oleh Unknown 0

MENJAGA SILATURRAHIM



Sungguh mulia rasulullah dengan kesempurnaan akhlaknya. Diantara akhlaknya yang mempesona adalah kuatnya beliau menjaga tali silaturrahim. Bahkan dalam banyak hadits kita banyak menemukan anjuran anjuran rasulullah untuk menjaga erat tali silaturrahim.

Diantaranya adalah anjuran rasulullah untuk berziarah kepada kerabat yang jauh atau dekat, menghormati dan peduli terhadap tetangga, anjuran untuk saling memberi hadiah, dan lainnya.
Bukan tanpa sebab rasulullah memberikan perhatian yang dalam terhadap silaturrahim, karena dengan silaturrahim Allah akan memasukan kita ke surga, seperti dalam hadits berikut,

"Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka," maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh dia telah diberi taufik," atau "Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?" Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi". Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga". (Shahih bukhari muslim)

Selain itu juga dengan silaturrahim Allah akan membuka secara lapang pintu pintu rizki kita, Allah akan panjangkan umur kita, dan memudahkan urusan urusan kita,

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi". [Muttafaqun 'alaihi].

Tapi, tak jarang kita yang mengaku cinta kepada rasulullah malah seringkali menyelisihi beliau dalam keseharian. Anjuran menjaga silaturrahim dg mudah kita tinggalkan, memutuskan silaturrahim menjadi suatu kelumrahan.

Contohnya, enggan menegur sapa dan mengucapkan salam kecuali orang lain melakukan terlebih dahulu kepadanya. tidak suka dengan seseorang, delete contact. Merasa risih di facebook lgsg unfriend. Merasa terganggu di group WA lgsg walk out. Kesal, tak tegur sapa berhari hari bahkan berminggu minggu. Marah, tak ingin tatap muka selamanya atau sampai orang yang bersalah mengaku salah dan meminta maaf kepadanya. Berebut warisan akhirnya putus silaturrahim. Bahkan tak jarang silaturrahim kepada orang tua yang melahirkan kita mudah sekali diabaikan, jarang menengok orang tua karena sibuk dengan pekerjaan, jarang bertanya kabar mereka karena sibuk mengurus anak dan istri/suami, jarang memberikan hadiah karena uang habis untuk kebutuhan keluarga, kita hidup bahagia tapi orang tua hidup dalam kesendirian dan minim pengurusan. Astaghfirullah...

Padahal tidak boleh bagi seorang muslim memutuskan tali silaturrahim, kecuali dalam dua hal, dalam bermaksiat kepada Allah dan kepada manusia. Allah memperingatkan kita yang memutuskan silaturrahim dengan ancaman yang keras, yaitu diputuskannya hubungannya dengan Allah dan ditutupnya pintu surga bagi pelakunya.

"Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: "Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya". (Muttafaqun 'alaihi).

"Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)". (Mutafaqun 'alaihi).

Astaghfirullah... Ya Allah, ampunilah kami apabila kami pernah khilaf dan memutuskan silaturrahim kepada saudara saudara kami, ampunilah kamj apabila ada sikap dan lisan kami yang menjadi sebab terputusnya silaturrahim, ampunilah kesalahan kami, dan ampunilah seluruh kesalahan dan kekhilafaan saudara saudara kami kepada kami, baik yang secara disengaja ataupun tidak. Matikanlah kami dalam keadaan beriman kepadaMu dan menjaga silaturrahim kepada saudara-saudara kami... aamiin...

@dhezun | Markaz Inspirasi
16.11 Diposting oleh Unknown 0

SUKSES MENJADI ORANG TUA HEBAT UNTUK ANAK



Seringkali kita temukan terjadi konflik antara orang tua dan anak, sebab tidak ada upaya untuk memahami satu sama lain antara orang tua dan anak. Kalaupun ada, tak jarang salah dalam menyikapinya. Dampak jangka panjangnya adalah menjauhnya hubungan antara orang tua dan anak, anak enggan bercerita kepada orang tuanya, dan orang tua juga segan memberikan pengertian kepada anaknya.

Langkah awal untuk memperbaikinya adalah dengan memperbaiki pola fikir kita tentang peran sebagai orang tua, tipe orang tua dalam mendidik berikut hasilnya serta memahami tipe-tipe anak dan cara mendidiknya. serta

A. TIPOLOGI ORANG TUA DALAM MENDIDIK, BERIKUT HASILNYA

1. OTORITER

- Apabila orang tua merasa paling tahu, maka anak menjadi merasa kurang dan sulit mengaktualisasikan jati diri
- Apabila orang tua merasa berkuasa, maka anak menjadi tidak berdaya dan tidak berprestari
- Apabila orang tua selalu memerintah, maka anak menjadi menurut dan kepedulian yang rendah
- Apabila orang tua selalu menyalahkan dan merasa benar, maka anak menjadi takut salah dan tidak peduli
- Apabila orang tua emosional, maka anak menjadi temperamen dan mendahulukan emosi untuk menyelesaikan masalah
- Apabila orang tua selalu menolong, maka anak menjadi menerima saja dan mudah terpengaruh

 2. MELINDUNGI

- Apabila orang tua selalu memanjakan, maka anak menjadi tergantung dan sulit berperan dewasa
- Apabila orang tua selalu menenangkan, maka anak menjadi terjamin dan berkuasa
-Apabila orang tua selalu membela, maka anak menjadi berlindung pada orang tua dan tidak tahan banting

 3. MEMBEBASKAN

- Apabila orang tua sangat percaya pada anak maka anak menjadi menganggap dewasa dan semua kemauan harus dituruti
- Apabila orang tua mengijinkan semua permintaan anak maka anak menjadi tidak terikat sistem dan binal

4. TAULADAN

- Apabila orang tua selalu mengarahkan atau menjelaska, maka anak menjadi hormat kepada orang tua dan menjaga nama baik keluarga.
- Apabila orang tua selau berdialog dengan akan, maka anak akan senang berdiskusi dan mudah bersoalisasi
- Apabila orang tua selalu memberi pedoman (mempunyai prinsip), maka akan akan mempunyai kesadaran tujuan hidup dan mempunyai prinsip
- Apabila orang tua mengajak kerjasama anak, maka anak merasa diperlukan dan menjadi dewasa
- Apabila orang tua selalu membimbing, maka anak akan memiliki tempat bertanya dan memiliki akar dalam keluarga


B. TIPOLOGI KARAKTER ANAK DAN SOLUSINYA

1. ACHIEVER

Anak ini lahir dari motivasi yang sangat tinggi , kebutuhan berpestrasi tidak realistis.

Cirinya (sebenanrnya tidak muncul) karena anak ini “intovert” , tapi anak ini sulit menerima kekalahan , merasa “paling” , kurang sportif , senang melihat oranglain susah (dan sebaliknya) , tidak suka event* pada perlombaan .

Solusi : orangtua tidak seharusnya memaksakan anak untuk menjadi “lebih” , tetapi beri dia pengertian dan tetap memberinya motivasi ketika dia “kalah” .Lahir dari tuntutan tidak orang tua yang tidak realistis atau orang tuanya suka membandingkan , dan anak tidak pernah di terima menjadi dirinya sendiri .

2. DEFENSIF

Pertahanan dirinya tinggi sekali, apabila sudah punya prinsip itu kuat , klo memerhatikan sesuatu detil sekali ,apabila di beri amanat biasanya memegang amanat dgn baik , tapi biasanya org bilang anak ini “keras kepala”.

Ciri : Anak seperti ini cnderung suka berbohong mencari kambing hitam terutama dlm kondisi tertekanLahir dari pola asuh tekanan terlalu tinggi , tuntutan untuk disiplin terlalu tinggi tanpa ada penjelasan yg cukup jadi sifatnya orang tua memberikan aturan itu secara doktrin , akhirnya tanpa disadari si anak meniru pola* seperti ini.

Solusi : harus banyak refreshing , harus banyak komunikasi 2 arah .

3. ORDINATIF

Anak ini melakukan sesuatu dengan teratur , tanpa harus di suruh , tapi apabila anak ini di suruh susah , maksudnya ketika anak itu di suruh (meskipun anak itu tau kegiatannya) , anak itu akan tersinggung , anak ini anti suara tinggi .

Sebab : lahir dari pola asuh lahir dari terlalu banyak perintah/intruksi dengan nada tinggi

Solusinya : jangan ada kekuasaan, atau akan di kuasai balik .

4. INTUITIF

Anak ini peka , jiwa sosial tinggi , gampang merasa iba , tapi sensitif , emosional , cengeng, tidak bisa cuek , gampang mengambil kesimpulan , gampang berubah , mudah untuk memperbaiki diri , tidak bisa mengelola emosinya (reaktif) .

Sebab : pola asuh embivalen/antagonis , perbedaan presepsi orang tua (maksudnya , ketika sang anak meminta ijin untuk mengikuti suatu kegiatan orang tua berbeda pendapat diantara YA/TIDAK) dan perbedaan presepsi itu di ungkapkan di depan anak mereka.

Solusi : orang tua harus kompak di depan anak , dan anak di ajarkan utuk asetif ( mengelurkan pendapat , tanpa menyakiti orang lain )

5. AFILIATIF

Anak ini senang main , mempunyai banyak teman , anaknya asik namun mudah terpengaruh , anak pada tipe ini bisa di bilang rawan.

Sebab : kurang perhatian dari orang tuanya .

Solusi : orang tua harus jadi sahabat .

6. EXHIBITIONIST

Anak ini over-PD , overacting , usil , jail , belajar tidak konsentrasi.

Sebab : krisis pujian , orang tua tidak pernah memberikan reward kepada sang anak , tapi lebih sering memeberikan punishment.

Solusi : ketika belajar duduknya harus paling depan , orangtua harus memberi reward .

7. SUCUMTIF

Kebutuhan anak akan kelekatan lingkungan sangat besar , patuh

Sebab : pola asuh orangtua menyangsikan/dianggap tidak mampu dalam melakukan suatu pekerjaan

Solusi : orangtua di harapkan tidak mengaggap remeh (tidak bisa) pada sang anak ketika dia mencoba melakukan sesuatu , harus selalu di support.

8. NUTURATIF

Kebutuhan sempurna sangat besar , tidak PD , terawat , plin-plan

Sebab : terlalu banyak di kritik , minim pujian .

Solusi : harus di cukupkan pujian

9. DOMINATIF

Kebutuhan menguasai terlalu tinggi.

Sebab : pola asuh orang tua terlalu memanjakan anak

Solusi : ketegasan tentang tanggung jawab

10. LOYALIST

Sangat penurut tapi kalau sudah berada di luar “bagai burung yang lepas dari sangkarnya” , terlalu di sibukan oleh respons orang lain .

Sebab : lahir dari pola asuh orangtua yang sangat dikdator , dan anak tidak pernah di hadapkan dengan pilihan , tapidi paksakan pada salah satu putusan , tidak ada kata maaf , sangat setia , dan patuh .

Solusi : orangtua harusnya memberikan sang anak untuk bebas dalam mengatakan apa yang di inginkannya

11. HETEROSEKSUAL

Anak ini senang mendapat pengakuan dari lawan jenisnya.

Sebab : karena kurangnya perhatian dari orang tua yang lawan jenis

Solusi : seharusnya setiap anak itu paling dekat dengan orangtuanya yang berlawanan jenis , jadikan mereka sebagai tempat curhat

12. POWER ENERGITIC

Anak ini slalu merusak , dan jadi biang kerok.

Sebab : karena energinya yang besar , tapi tidak tersalurkan

Solusi : orang tua harus memberika fasilits lebih untuk anaknya , untuk menyalurkan bakatnya itu .

Semoga bermanfaat. Semoga kita dapat menjadi orang tua yang dipenuhi dengan kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan untuk anak-anak kita. aamiin

Markaz Inspirasi
00.36 Diposting oleh Unknown 0

MANAJEMEN WAKTU - SKALA PRIORITAS



“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Waktu tak dapat diulang dan akan terus berputar tanpa henti hingga waktu itu sendiri berakhir dan mati. Jika kita tak dapat mengendalikan waktu kita, maka kita yang akan dikendalikan oleh waktu. Suka atau tidak, begitulah nyatanya.

Kita bisa membeli apapun dengan uang kita, tapi tidak untuk waktu. Jika ditunda, tertunda yang lainnya. Jika Terlewat, ikut terlewat yang lainnya. Jika habis, ikut habis semua yang ada di dalamnya.

Siapa saja diantara kita yang hari ini sama dengan hari sebelumnya, MERUGIlah kita. Jika hari malah lebih buruk dari kemarin, CELAKA lah kita. Tapi jika hari ini lebih baik dari kemarin, termasuk orang-orang BERUNTUNG lah kita.

Diantara kiat-kiat mengatur waktu, salah satunya adalah dengan pandai menempatkan skala prioritas. Sayangnya, kebanyakan kita kurang apik dalam mengatur skala prioritas. Bukan berdasarkan yang kita butuhkan, tapi hanya berdasarkan apa yang kita inginkan. Celakanya lagi yang benar-benar tidak penting malah kita dahulukan.

Islam sebagai agama yang besar dan lengkap sudah mengatur tentang bagaimana mengatur skala prioritas. Misalnya, dalam sebuah kaidah fiqh dikatakan,

فإن تزاحَمْ عَدَدُ المَصالِح يُقدّمُ الأعلَي مِن المَصالِح

Bila sejumlah kemaslahatan berbenturan maka diutamakan yang paling besar maslahatnya.

Misal, sering kan kita temukan pengajian yang bablas sampai isya', pasti pernah terlintas di dalam hati kita,

"Kok bukannya langsung shalat, malah meneruskan pengajian dan menunda shalat isya? Bukannya shalat di awal waktu itu sunnah?"

Betul, shalat di awal waktu itu sunnah. Tapi menuntut ilmu itu kan wajib, pengajian itu juga dalam rangka menuntut ilmu. Jadi ketika yang wajib (Pengajian) bertemu dengan yang sunnah (Shalat di awal waktu), maka yang wajib dahulu yang diselesaikan, yaitu pengajiannya.

Sebab itu ulama membagi hukum islam itu menjadi lima tingkatan. Mulai dari yang fardhu (wajib), mandub (sunnah), Jaiz (Mubah, Makruh dan Haram. Jika bertemu yang wajib dengan yang sunnah, maka dahulukan yang wajib. Jika bertemu yang sunnah dengan yang mubah, maka dahulukan yang sunnah. Apalagi jika bertemu yang sunnah dan yang haram, tentu yang sunnah harus diutamakan dan yang haram kudu ditinggalkan.

Sehingga dapat dibuat kesimpulan tingkatan skala prioritas seperti pada gambar :

Pertama, dahulukan yang benar-benar penting dan mendesak.

Kedua, pilih yang mendesak, walau tidak terlalu penting. Tidak terlalu penting disini bukan berarti tidak penting. tapi ada kepentingan yang tingkatnya berbeda. seperti contoh antara shalat di awal waktu dan pengajian di atas.

Ketiga, setelah yang mendesak sudah selesai semua, lalu kerjakan yang penting berikutnya.

Keempat, barulah kita isi waktu kita dengan hal yang tidak terlalu mendesak dan tidak terlalu penting untuk kita.

Contoh untuk yang benar-benar mendesak dan sangat penting. Memilih makan siang dahulu atau shalat dahulu. Makan memang penting, tapi tidak mendesak, karena bisa ditahan. Tapi shalat di awal waktu itu gak bisa ditunda, dan harus dikerjakan berjama'ah untuk yang laki-laki. Jadi dahulukan shalat berjama'ah di awal waktu, baru kemudian makan siang setelahnya.

Contoh lain yang mendesak tapi tidak terlalu penting. Misalnya, antara berbuka di awal waktu dengan shalat di awal waktu. keduanya penting, dan sama-sama sunnah. Tapi berbuka di awal waktu lebih didahulukan, baru kemudian shalat di awal waktu.

Jadi, dahulukan yang benar-benar mendesak dan sangat penting untuk kita. Awalnya mungkin sulit, karena tak biasa. Biasakanlah, maka akan menjadi mudah dan terbiasa.

Sederhana bukan? Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Salam inspirator peradaban.
19.14 Diposting oleh Unknown 0

Batas sebuah Keta’atan (Belajar keta’atan dari seekor singa)


Di sebuah padang pasir di kawasan afrika, hidup satu kawanan singa yang dipimpin oleh seekor singa jantan dewasa yang gagah perkasa, yang mempimpin lima belas ekor singa betina, dan 10 ekor singa yang masih belia dengan usia dua sampai empat tahun setelah kelahirannya.

Setiap sore biasanya kawanan singa berburu mangsa secara berkelompok di daerah kekuasaanya yang mencapai 400 Km2. Meski singa jantan adalah pemimpinnya, sangat jarang singa jantan ikut serta dalam perburuan kelompoknya, hanya singa-singa betina yang biasanya turun untuk berburu mangsa.

Saat singa-singa betina berburu mangsa, singa jantan lebih banyak menghabiskan waktunya menjaga daerah kekuasaannya dari singa jantan dari kawanan sebelah yang mencoba merebut daerah kekuasaannya. Tugas lain yang juga menjadi tanggung jawabnya adalah mendidik singa-singa jantan muda yang lainnya agar kelak dapat menjadi singa jantan yang hebat dan bertanggung jawab.

Bukan karena singa jantan takut dan tak memiliki keahlian. Tapi fisiknya yang sangat besar, membuatnya mudah terlihat ketika mengintai mangsa. Selain itu, dari segi kelincahan dan kecepatan, singa jantan jauh lebih lambat dibandingkan singa betina, singa betina mampu berlari dengan kecepatan mencapai 81 Km/Jam, sedangkan singa jantan hanya mampu berlari dengan kecepatan mencapai 58 Km/Jam. Hal itu disebabkan oleh jantung yang dimiliki singa jantan hanya sebesar 0,41% dari berat tubuhnya, sedangkan singa betina memiliki berat jantung 0,51% dari berat tubuhnya, sehingga mempengaruhi kecepatan dan kelincahannya.

Di suatu sore hari yang cerah dan menyejukkan, singa-singa betina sedang bersiap untuk melakukan aktifitas rutinnya berburu mangsa. Setelah singa-singa betina pergi untuk berburu, singa jantan melakukan tugasnya mendidik singa-singa jantan yang masih muda.

Mereka berkumpul membentuk lingkaran di bawah pohon rindang. Terlihat antusias dan semangat singa-singa jantan muda yang tak sabar mendapatkan pelajaran yang akan dipelajarinya hari itu.
“wahai singa muda yang gagah perkasa, Hari ini kita akan belajar tentang arti sebuah keta’atan. Aku akan memberikan pelajaran sejauh mana batas keta’atan itu harus dilakukan” Jelas singa jantan dewasa memulai pelajarannya.

“Sebelum kita memulai pelajarannya, ada dua syarat yang harus kalian patuhi. Pertama, jangan bertanya tentang alasan kenapa Aku meminta kalian melakukan sesuatu. Kedua, Lakukan apa yang aku perintahkan secara totalitas, dengan seluruh daya dan upaya yang kalian miliki, dalam keadaan senang atau tidak, mudah atau sulit, kalian harus melakukannya.” Syarat dari singa jantan dewasa.
 Pelajaran dimulai.

Diajaknya berkeliling singa-singa jantan muda itu mengitari daerah kekuasaanya oleh singa jantan dewasa.

Terlihat tiga ekor anak singa yang berusia sekitar tiga bulan yang berasal kawanan lain memasuki daerah kekuasaan mereka. Sepertinya mereka terpisah dan tersesat dari kawanannya.

Melihat hal itu, singa jantan memberikan pelajaran pertama kepada singa-singa jantan muda.

“Tangkap dan bunuh anak-anak singa itu ! Jangan sisakan satupun yang hidup diantara mereka” Perintah singa jantan  dewasa.

Dengan sigap kesepuluh singa-singa jantan muda berlari mengejar anak-anak singa yang masuk ke daerah kekuasaan mereka. Ketiga anak singa yang malang itu lari ketakutan menghindari sekuat tenaga dari kejaran singa-singa jantan muda. Kalah fisik dan kalah cepat, akhirnya ketiga anak singa itu dapat ditangkap tanpa perlawanan berarti.

Singa-singa jantan muda bersiap menuntaskan tugas yang diperintahkan kepada mereka, dicengkram leher ketiga anak singa itu, taring yang tajam siap menyobek leher dan memutus urat leher ketiga anak singa yang malang itu.

“Tunggu ! Cukup ! Lepaskan ketiga anak singa itu ! kembalikan mereka kepada kawanan mereka !” Perintah singa jantan dewasa setengah berteriak.

Mendapatkan perintah seperti itu membuat singa-singa muda itu kebingungan.

“Wahai guru, bukannya engkau yang menyuruh kami menangkap dan membunuh mereka? Kenapa tiba-tiba Engkau berubah fikiran untuk melepaskan mereka bahkan mengembalikan mereka kepada kawanannya?” Tanya salah satu singa muda mencoba mendapatkan penjelasan.

“Wahai muridku, sudahkah kau lupa dengan kedua syarat yang aku sampaikan sebelum kita memulai pelajaran hari ini?” Jawab singa jantan dewasa.

Teringat akan syarat bahwa tidak boleh ada yang bertanya tentang apapun yang diperintahkan sang guru, sampai beliau sendiri yang menjelaskannya, akhirnya singa jantan muda ini meminta maaf dan siap menerima hukumannya.

“iya guru… maaf aku melanggar syarat itu… silahkan kau jatuhkan sanksi kepadaku asal kau mengijinkanku kembali ikut serta dalam pelajaranmu hari ini” Pinta salah satu singa jantan muda.

Gurunya pun mengizinkannya dengan memberikan hukuman kepada singa jantan muda untuk mengantarkan seorang diri ketiga anak singa itu ke kawanannya.

Sekembalinya salah satu singa jantan muda itu dari mengantar ketiga anak singa yang tersesat, guru melanjutkan pelajarannya.

“Perlu kalian ketahui wahai muridku, Setiap kawanan singa pada umumnya memiliki daerah kekuasaan sekitar 200-400 KM2. Sedangkan kawanan kita memiliki daerah kekuasaan mencapai 400 Km2. Seorang pejantan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keamanan dan keselamatan kawanan dan kekuasaannya dari singa-singa lain yang mencoba merebutnya. Untuk itu, seorang singa jantan harus memiliki fisik yang kuat.” Jelas singa jantan dewasa memulai pelajarannya yang kedua.

“Kita akan berlatih fisik sekarang, ikutilah aku mengelilingi daerah kekuasaan kita, jangan berhenti kecuali aku perintahkan untuk berhenti, jika aku berjalan kalian ikut berjalan, jika aku berlari maka kalian harus berlari di belakangku” Perintah singa jantan dewasa.

Singa-singa jantan muda mengikuti tanpa bantahan sedikitpun.

Mereka mulai dengan mengitari sambil berjalan seluruh daerah kekuasaan mereka, tak tampak ada kelelahan berarti setelah mereka mengitari satu putaran penuh  daerah kekuasan mereka.

Selanjutnya singa dewasa mempercepat jalannya dua kali lipat dari sebelumnya. Satu putaran penuh daerah kekuasaan pun ditempuh. Mulai berasa terengah-engah dengan mulut yang menganga pada mereka.

Diputaran ketiga singa jantan dewasa tiba-tiba berlari. Singa-singa jantan muda yang ada di belakangnya ikut berlari mengejarnya. Baru seperempat putaran, para singa jantan muda tampak kewalahan. Nafas sesak dirasa. Hingga pada akhirnya satu persatu singa-singa jantan muda itu berhenti mengikuti singan jantan dewasa yang masih terus berlari mengelilingi daerah kawasan.

Satu putaran penuh daerah kekuasaan dilewati singa jantan dewasa dengan berlari tanpa berhenti sedetikpun. Di putaran keempat tampak sudah kepayahan singa jantan dewasa itu. Tapi ia masih tetap berdiri tegak mencoba untuk bertahan. Di perempat putaran keempat tampak singa jantan dewasa menyeret kaki dan tubuhnya untuk terus melangkah kedepan. Hingga pada akhirnya singa jantan itu ambruk dan kemudian pingsan.

Beberapa menit kemudian singa jantan dewasa itu tersadar. Setelah tersadar dan dilihat keadaan singa jantan dewasa sudah pulih, singa-singa jantan muda yang daritadi menunggu kepulihannya pun bertanya kepadanya.

“ Wahai guruku… Sebenarnya apa yang hendak kamu ajari kepada kami sehingga engkau rela melakukan hal yang memberatkan dan menyiksamu?” Tanya murid-muridnya dengan nada keheranan

“Wahai murid-muridku yang aku banggakan. Sesungguhnya tanda baiknya seseorang adalah dilihat dari keta’atannya kepada orang yang memimpinnya. Ia menyambut panggilannya, meski ia suka ataupun tidak, mudah atau sulit, senang atau menderita. Tak kan pernah terlahir seorang pemimpin yang baik, jika tak ada keta’atan kepada pemimpinnya ketika ia menjadi seorang pasukan. Kalian adalah calon-calon pemimpin yang akan meneruskanku, oleh sebab itu aku meminta kalian untuk menta’ati apapun yang aku perintahkan kepada kalian. Sehingga kelak ketika kalian menjadi pemimpin, menjadi pemimpin yang baik, kalian akan bijaksana dalam memberikan perintah kepada siapa saja yang mengikuti kalian”

“ Ketika aku minta kalian menangkap dan membunuh ketiga anak singa itu, kemudian malah aku perintahkan untuk melepaskan dan mengembalikannya, sehingga membuat kalian bingung. Muridku, sesungguhnya tak ada sedikitpun keta’atan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan berlaku zalim kepada yang lain. Aku harapkan kelak kalian menjadi pemimpin yang memiliki hati, yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang salah dan benar. Sehingga apa yang kalian perintahkan adalah perintah yang benar dan baik, yang tak menjerumuskan kepada kemaksiatan dan kezaliman”

“Yang ketiga, yaitu ketika aku meminta kalian mengikutiku sampai aku perintahkan untuk berhenti.. Maksudnya adalah agar kelak kalian memiliki totalitas dalam keta’atan dalam kebaikan. Tidak berhenti ketika kalian lelah, tidak berhenti ketika kalian terpuruk, tidak berhenti ketika kalian sakit, dan tidak berhenti ketika beratnya perintah yang diberikan. Buatlah kelelahan itu lelah mengikuti kalian, buatlah keterpurukan itu terpuruk menghadapi kalian, buatlah rasa sakit itu menjadi sebuah kebahagiaan, buatlah beratnya beban itu hancur lebur dengan kerasnya tekad perjuangan. Tak ada yang dapat menghentikan kalian. Kecuali kesadaran hilang dari fikiran, fisik sudah tak dapat digerakan, dan ruh pergi meninggalkan. Itulah batas sebuah keta’atan”

Tutup singa jantan dewasa mengakhiri pelajaran hari itu.
14.26 Diposting oleh Unknown 0

Allah sudah mengaturnya... Pasrahkan saja... ???


 Rezeki memang sudah ada yang mengaturnya, yaitu Allah... bahkan seluruh kehidupan kita, baik itu rezeki, jodoh, hidup dan mati kita, semenjak ruh ditiupkan pada usia 4 bulan di dalam kandungan sampai kita mati, juga sudah diatur oleh Allah di dalam lauful mahfudz.

Tapi semuanya itu tidak ujug-ujug turun, ada asbabnya. mau dapet rezeki banyak, ya harus ikhtiar lebih keras, bukan tidur di rumah tanpa ada upaya. kalau kita beranggapan bahwa rezeki sudah diatur, lantas kita tidak berbuat apa-apa, itu salah.

Itu seperti kaum jabariyyah yang mengatakan bahwa Allah yang berkehendak penuh terhadap takdir manusia, manusia tidak memiliki kehendak sama sekali. Seperti boneka yang digerakkan tuannya. zina nya manusia bukan karena manusia mau berzina, tapi karena Allah yang mau kita berzina, bermaksiatnya manusia bukan karena manusia mau bermaksiat, tapi karena Allah yang berkehendak manusia untuk bermaksiat. ini salah...

Ada lagi lawannya, yaitu paham qadariah, mereka mengatakan bahwa manusia memiliki kehendak penuh terhadap takdir dan kehidupan manusia, sedangkan Allah hanya bertugas menciptakan manusia saja. Allah itu ibarat tukang jam, dan manusia itu jam nya, manusia berjalan sendiri dalam takdirnya tanpa ada campur tangan Allah di dalamnya. Suksesnya manusia karena usahanya, bukan karena Allah. Miskin dan kayanya manusia juga karena manusia sendiri dengan usahanya, bukan karena Allah. begitu katanya... ini juga salah...

Dalam ahlu sunnah, Allah menciptakan takdir untuk Manusia, tapi manusia memiliki kehendak dan ikhtiar untuk memilih takdirnya. Sebab itu kita diperintahkan belajar supaya kita mengetahui apa yang tidak kita ketahui, kita diperintahkan mencari rizki yang halalan thayyiban supaya kita dapat memenuhi kebutuhan kita, serta tidak meninggalkan keluarga dan keturunan dalam kemiskinan.

Bedakan antara pasrah dan tawakkal. pasrah dekat dengan putus asa terhadap takdir, tidak melakukan apa-apa untuk mengubahnya. Tawakkal itu diawali dengan ikhtiar yang totalitas untuk menjemput takdir, lalu memberikan keputusannya kepada Allah terhadap hasilnya.

Ikhtiar juga bukan sembarang ikhtiar, lakukan ikhtiar yang baik. Ikhtiar yang tidak melanggar syari'atnya, yang dapat mendatangkan keridhaan dari Allah subhanallahu wa ta'ala. Bukan ikhtiar yang malah menjerumuskan kita dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah subhanallahu wa ta'ala. misalnya, ingin kaya, kemudian datang ke dukun supaya dilancarkan rezekinya, lah ini juga salah...  kalau tuh dukun bisa lancarin rezeki orang, mendingan dia lancarin rezeki dia sendiri dan jadi orang terkaya di dunia kan?

Lakuin hal hal yang dapat mendatangkan rahmat dan keridhaan Allah terhadap ikhtiar kita, sehingga akan totalitas yang akan kita dapatkan. Misal ketika diberikan rezeki oleh Allah Rp 10.000 dari total kebutuhan Rp 1.000.000, jangan marah sama Allah, syukuri... kemudian instropeksi, mungkin ada yang salah ketika kita berikhtiar, mungkin kita tidak melibatkan Allah dalam ikhtiar-ikhtiar kita... setelah dapat hasil instropeksinya, lalu eksekusi dengan ikhtiar yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

wallahu a'lam...


@dhezun
04.39 Diposting oleh @dhezun 0

Kakek Tua Penghafal Quran


Semalam, saat kajian tafsir yang membahas tentang surat al-baqarah ayat 120-121 di AQL (17 Oktober 2014), ust. Bachtiar nasir bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal quran yang membuat jama'ah berdecak kagum.

Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi untuk menyembuhkan penyakitnya. Diluar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya.

Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut

"dok,bukan itu yang saya khawatirkan, insya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operasinya... saya menangis karena saya sedih, akan banyak waktu yang terbuang saat operasi nanti pastinya, sedangkan saya memiliki kebiasaan untuk muraja'ah hafalan quran saya 12 juz tiap harinya, saya khawatir tidak dapat menyelesaikan hafalan saya di hari ini karena operasi ini, sebab itulah saya menangis..."

Lalu kakek tersebut melanjutkan dengan pertanyaan "dok, seberapa lama saya akan dioperasi?"

"Insya Allah hanya 4 jam kek" jawab dokter.

"Kalau begitu, berikan saya waktu di satu jam pertama untuk muraja'ah hafalan quran saya, lalu lanjutkanlah tindakan operasi setelahnya" jawab kakek memberikan solusinya.

Dokter pun menyetujuinya.

Pada satu jam pertama dokter memberikan waktu untuk kakek muraja'ah hafalannya di ruang operasi, setelah waktu berjalan satu jam, dokter dan timnya melakukan tindakan medis, dibiuslah kakek tersebut dan melaksanakan tindakan operasi.

Operasi tersebut berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Allah menolong keduanya.

Setelah kakek tersebut tersadar, dokter yang mengoperasinya tersebut berkata :

"Kek, baru kali ini saya mengalami kejadian yang luar biasa ketika mengoperasi pasien. Setelah satu jam kakek muraja'ah hafalan quran, kami pun membius kakek, saya yakin sudah tepat dosis bius kepada kakek, saya yakin dosis tersebut akan membuat kakek tak sadarkan diri. Tapi masya Allah, sepanjang operasi kakek tak berhenti sedikitpun membaca quran, seolah obat bius yang kami suntikan tak ada pengaruhnya dan rasa sakit saat operasi tak dirasakan"

Masya Allah... hikmah yang luar biasa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut. Bagaimana dengan kita? Sudahkah ada kenikmatan dan kekhusyu'an ketika kita membaca quran?  Berapa banyak juz yang kita baca tiap harinya? Berapa banyak ayat quran yang kita hafal tiap harinya? Berapa banyak ayat quran yang kita muraja'ah tiap harinya dan berapa banyak ayat quran yang kita amalkan tiap harinya???

Sungguh, masih amat sedikit amalan amalan kita.

Orang bijak mengatakan :

"Janganlah takut dengan rezekimu pada hari ini, karena Allah sudah menjamin rezeki bagi orang yang hidup. Khawatir dan takutlah dengan kualitas dan kuantitas amalmu, apakah dapat mengantarkanmu ke surga? Karena tidak ada jaminan dari Allah bahwa kita akan masuk ke dalam Surga-Nya"

Wallahu a'lam bishshawab

@dhezun | Markaz Inspirasi
18.47 Diposting oleh @dhezun 0

Postingan yang Lain